WELCOME ^,^

matur nuwun awit rawuhipun
Enjoy it..!

Senin, 04 Juni 2012

Sirkulasi Darah Jantung Orang Dewasa


           BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
            Tubuh manusia memiliki jantung yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Dalam tubuh manusia, darah mengalkir ke seluruh bagian (organ-organ) tubuh secara terus menerus untuk menjamin suplay oksigen dan zat-zat nutrien lainnya. Agar organ-organ tubuh tetap dapat berfungsi dengan baik. Aliran darah ke seluruh tubuh dapat berjalan berkat adanya pemompa utama yaitu jantung dan system pembuluh darah sebagai alat pengalir atau distribusi.

B.    Rumusan Masalah
1.      Apa saja komponen penting dalam sirkulasi darah?
2.      bagaimana system sirkulasi darah?
3.      Apa saja struktur bagian jantung?


C.    Tujuan
1.      Agar kita dapat mengetahui sirkulasi darah.
2.      Fungsi dari jantung.
3.      Dapat mengetahui komponen penting dalam sirkulasi darah
4.      Mengetahui sistim dan struktur bagian dari jantung






BAB II
PEMBAHASAN

A.  Sistem Sirkulasi Darah
Sirkulasi pembuluh darah terdiri dari :
1.    Jantung
Jantung yang berfungsi sebagai pompa yang melakukan tekanan terhadap darah agar timbul gradien dan darah dapat mengalir ke seluruh tubuh
Ø  Ruang Jantung
-          Atrium (dipisahkan oleh septum intratrial)
a.      Atrium dekstra terletak dalam bagian superior kanan jantung, menerima darah dari seluruh jaringan kecuali paru. Vena cava superior dan Inferior membawa darah dari seluruh tubuh ke jantung. Sinus koroner membawa kembali darah dari dinding jantung itu sendiri.
b.       Atrium sinistra di bagian superior kiri jantung, berukuran lebih kecil dari atrium kanan, tetapi dindingnya lebih tebal. Menampung empat vena pulmonalis yang mengembalikan darah teroksigenasi dri paru-paru.
-          Ventrikel (dipisahkan oleh septum interventricular)
a.       Ventrikel dekstra terletak dibagian inferior kanan pada apeks jantung. Darah meningalkan ventrikel kanan melalui truncus pulmonal dan mengalir melewati jarak yang pendek ke paru-paru.
b.      Ventrikel sinistra terletak dibagian inferior kiri pada apeks jantung. Tebal dinding 3 kali tebal dinding ventrikel kanan. Darah meninggalkan ventrikel kiri melalui aorta dan mengalir ke seluruh bagian tubuh kecuali paru-paru.
Ø  Pelapis Jantung
-       Pericardium adalah kantong berdinding ganda yang dapat membesar dan mengecil, membungkus jantung dan pembuluh darah besar. Kantong ini melekat pada diafragma, sternum, vertebra dan pleura yang membungkus paru.
- Terdiri atas lapisan fibrosa dan serosa. Lapisan fibrosa tersusun dari serabut kolagen yang membentuk lapisan jaringan ikat rapat untuk melindungi jantung. Lapisan Serosa terdirir atas Visceral (epicardium) menutup permukaan jantung, dan parietal melapisi bagian dalam Fibrosa pericardium.
-          Cavitas Pericardium adalah ruang potensial antara membrane visceral dan parietal. Mengandung cairan pericardial yang disekresi lapisan Serosa untuk melumasi membrane dan mengurangi friksi.
Ø  Dinding Jantung
Dinding Jantung Jantung sendiri mempunyai tiga lapisan, yang terdiri dari :
a. Lapisan terluar / Epikardium : Epicardium tersusun atas lapisan sel-sel mesotelial yang berada diatas jaringan ikat.
b. Lapisan tengah / lapisan otot / miokardium : Miokardium terdiri dari jaringan otot jantung yang berkontraksi untuk memompa darah.
- Ketebalan miokard bervariasi dari satu ruang jantung ke ruang yang lainnya.
- Serabut otot yang tersusun dalam berkas-berkas spiral melapisi ruang jantung.
c. Lapisan terdalam / lapisan endotel / endokardium : endokardium tersusun dari lapisan endothelial yang terletak diatas jaringan ikat. Lapisan ini melapisi jantung, katup, dan menyambung dengan lapisan endothelial yang melapisi pembuluh darah yang memasuki dan meninggalkan jantung.

Gambar : penampang jantung manusia

Ø  Katup Jantung
a.      Katup Tricuspid  : Terletak antara atrium dekstra dan Ventrikel dekstra. Memiliki 3 daun katup (kuspis) jaringan ikat fibrosa irregular yang dilapisi endokardium. Bagian ujung daun katup yang mengerucut melekat paa korda tendinae, yang malekat pada Otot papilaris. Chorda tendinae mencegah pembalikan daun katup ke arah belakang menuju atrium. Jika tekanan darah pada atrium dekstra lebih besar daripada tekanan arah atrium sinistra, daun katup tricuspid terbuka dan darah mengalir dari atrium dekstra ke ventrikeldekstra.
Jika tekanan darah dalam ventrikel dekstra lebih besar dari tekanan darah di atrium dekstra, daun katup akan menutup dan mencegah aliran balik ke dalam atrium dekstra.
b.      Katup Bicuspid (mitral) : Terletak antara atrium sinistra dan ventrikel sinistra. Katup ini melekat pada Chorda tendinae dan otot papilaris, fungsinya sama dengan fungsi katup tricuspid.
c.       Semilunar aorta dan pulmonal
Terletak di jalur keluar ventricular jantung sampai ke aorta dan truncus pulmonalis.
-          Katup semilunar pulmonary terletak antara ventrikel dekstra dan truncus pulmonal
-          Katup semilunar aorta terletak antara ventrikel sinistra dan aorta.

1.    Pembuluh darah
Pembuluh darah yang berfungsi sebagai saluran untuk mendistribusikan darah dari jantung ke semua bagian tubuh dan mengembalikannya kembali ke jantung. Ada 3 macam pembuluh darah yaitu: arteri, vena, dan kapiler (yang merupakan pembuluh darah halus).
-          Pembuluh nadi (arteri) : pembuluh darah yang keluar dari jantung, dan membawa darah ke organ tubuh, dan kembali lagi ke jantung. Ciri-ciri pembuluh nadi yaitu :
o      Tempat Agak ke dalam
o      Dinding Pembuluh Tebal, kuat, dan elastis
o      Aliran darah Berasal dari jantung
o      Denyut terasa
o      Katup Hanya disatu tempat dekat jantung
o      Bila ada luka Darah memancar keluar
-          Pembuluh balik (vena) : pembuluh darah yang membawa darah dari jantung, ke organ tubuh, dan kembali lagi ke jantung. Ciri-ciri pembuluh balik (vena) yaitu :
o       Dinding Pembuluh Tipis, tidak elastis
o       Dekat dengan permukaan tubuh (tipis kebiru-biruan)
o       Aliran darah Menuju jantung
o       Denyut tidak terasa
o       Katup Disepanjang pembuluh
o       Bila ada luka Darah Tidak memancar
-       Pembuluh rambut (kapiler) : pembuluh darah halus yang berfungsi sebagai :
o   Alat penghubung arteri dan vena;
o   Tempat pertukaran zat;
o   Mengambil hasil kelenjar;
o   Menyerap zat nutrisi di usus
Gambar : Penampang vena dan arteri
Ø  Sifat Pembuluh Darah
Pembuluh darah dapat di ibaratkan sebagai selang yang bersifat elastic, yaitu diametrnya dapat membesar atau mengecil. Sifat elastic ini sangat bermanfaat untuk mempertahankan tekanan darah yang stabil. Pada keadaan normal, apabila tekanan di dalam pembuluh darah meningkat, maka diameter pembuluh darah akan melebar sebagai bentuk adaptasi untuk menurunkan tekanan yang berlebih agar menjadi normal. Sebaliknya diameter pembuluh darah akan mengecil bila tekanan darah turun. Bila pembuluh darah mengalami kekakuan maka ia menjadi kurang fleksibel sehingga tidak dapat melakukan antisipasi terhadap kenaikan atau penurunan tekanan darah.
Elastisitas pembuluh darah tidak tetap, pembuluh darah akan menjadi kaku seiring bertambahnya usia ( misalkan oleh karena terjadi pengapuran pada didindingnya ) oleh karena itu tekanan darah pada orang lanjut usia cenderung sedikit lebih tinggi daripada orang muda,. Penyebab lain dari kekakuan pembuluh darah adalah karena adanya tumpukan kolesterol pada dinding sebelah dalam pembuluh darah, kolesterol juga menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Pembuluh darah yang kaku akan menyebabkan hipertensi ( penyakit darah tinggi), walau sebenarnya tidak semua penyakit darah tinggi disebabkan karena kekakuan pembuluh darah. Apabila pembuluh darah menjadi kaku dan di sertai penyempitan pada sebagian besar pembuluh darah dalam tubuh seseorang, maka tekanan darahnya dapat menjadi sangat tinggi (hipertensi berat).
Untuk menjadi agar elastisitas pembuluh darah tetap baik sehingga kita tidak muda terkena penyakit tekana darah tinggi, salah satu cara terbaik adalah dengan melakukan olah raga (exercise) secara teratur . dengan melakukan olah raga secara teratur, akan melatih jantung dan pembuluh darah tetap terjaga kelenturannya.
Ø  Penggolongan Pembuluh Darah
Berdasarkan ukuran dan fungsinya, pembuluh darah dapat digolongkan sebagai berikut :
a.      Windkessel vessels ( compression chamber ) : pembuluh darah yang sangat besar, misal : aorta dan arteri besar lainnya. Pembuluh ini sangat elastic dan menyimpan energy potensial yang dirubah menjadi energy genetic.
b.      Resistance vessels : diameter agar kecil, memiliki system pengaturan yang sangat efisien dan diatur pula oleh system saraf otonom.
c.       Exchange vessels : pembuluh darah kapiler ( kapilaria ). Pembuluh terkecil, dindingnya terdiri dari satu lapisan sel. Disini terjadi pertukaran air dan zat-zat di dalamnya antara darah dengan cairan tubuh lainnya ( cairan intestitiil ).
d.      Capacity vessels : pembuluh – pembuluh darah balik ( vena dan venuli ). Dapat menampung darah dalam jumlah banyak.
e.      Shunt vessels : aliran darah yang tidak melalui pembuluh kapiler akan melewati shunt ini, tidak turun dalam pertukaran cairan dan zat – zat., diatur oleh system saraf otonom dan hanya terdapat dibeberapa tempat, misalnya : kulit. Gunanya agar darah lebih muda mengeluarkan panas keluar tuba/permukaan.

3. Darah dan komponennya
    Darah yang berfungsi sebagai medium transportasi dimana darah akan membawa oksigen dan nutrisi
Ø  Fungsi darah :
-          Alat pengangkut air dan menyebarkannya ke seluruh tubuh
-          Alat pengangkut oksigen dan menyebarkannya ke seluruh tubuh
-          Alat pengangkut sari makanan dan menyebarkannya ke seluruh tubuh
-          Alat pengangkut hasil oksidasi untuk dibuang melalui alat ekskresi
-          Alat pengangkut getah hormon dari kelenjar buntu
-          Menjaga suhu temperatur tubuh
-          Mencegah infeksi dengan sel darah putih, antibodi dan sel darah beku
-          Mengatur keseimbangan asam basa tubuh, dll.
Ø  Darah terdiri dari :
-          Cairan plasma : Pelarut zat gizi, zat sampah, zat kebal
-          Sel darah merah : Mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh
-          Sel darah putih : Melawan kuman penyakit
-          Keping darah : Zat pembeku

Ø  Tekanan Darah
Jantung memompa darah secara terputus-putus ( intermittent ) kedalam pembuluh darah terbesar ( aorta ), selanjutnya kedalam arteri, dan seterusnya sehingga tekanan darah didalamnya berganti-ganti naik turun. Aorta dan arteri merupakan pembuluh darah yang elastic sehingga tekanan yang mendadak naik dapat turun secara berangsur-angsur dan disebarkan keseluruh tubuh. Oleh karena itu, aorta dan arteri dinamakan windkessel vessels ( compression chamber ). Jenis tekanan darah dapat dibedakan sebagai berikut :
1.      Tekanan systole : tekanan darah tertinggi selama 1 siklus jantung, merupakan tekanan yang dialami pembuluh darah saat jantung berdenyut/memompakan darah keluar jantung. Pada orang dewasa normal tekanan sistolen berkisar 120 mm Hg.
2.      Tekanan diastole : tekanan darah terendah selama 1 siklus jantung, suatu tekanan didalam pembuluh darah saat jantung beristirahat. Pada orang dewasa tekanan diastole berkisar 80 mm Hg.

Ø  Pengukuran tekanan darah
Tekanan darah dapat diukur dengan 2 cara :
a.      Pengukuran secara langsung ( direct ) : dengan memasukkan sebuah kanula kedalam arteri dan menghubungkan dengan manometer air raksa.
b.      Pengukuran secara tidak langsung ( indirect ) : mengukur tekanan darah secara auskultasi memakai stetoskop, manset tekanan, pompa karet, dan manometer air raksa.

Ø  Sifat Darah
Darah merupakan cairan yang terdiri dari plasma ( cairan cairan bening ) dan sel-sel darah ( yang terdiri dari sel darah merah, sel darah putih dan sel pembeku darah). Adanya sel- sel darah menyebabkan ,Adanya semacam pergeseran interen ( internal friction ) diantara lapisan yang berdampingan sehingga menyebabkan adanya sifat viskositas darah.
Viskositas darah normal = 3-4 kali viskositas air
Viskositas darah normal = 1,5 – 2 kali viskositas air
Factor-faktor yang mempengaruhi viskositas darah
Viskositas darah memegang peranan penting dalam aliran darah. Factor-faktor yang mempengaruhi viskositas darah antara lain :
1.      Volume hematokrit ( volume sel darah merah) : volume hematokrit yang meningkat akan diikuti viskositas darah yang meningkat.
2.      Kadar protein plasma : bila kadarnya naik, maka viskositas naik dan sebaliknya.
3.      Suhu tuba : bila suhu tubuh naik, viskositas turun.
4.      Kecepatan aliran darah : bila kecepatan aliran darah turun, maka viskositas naik.
5.      Diameter pembuluh darah : bila diameter pembuluh darah kurang dari 1,5 mm, maka viskositas darah turun. Hal ini dikenal sebagai fahreuslindquist  effect. Didalam pembuluh darah kecil dimana darah mengalir lambat, maka 4 dan 5 bekerja saling berlawanan.

Ø  Aliran darah
Agar dapat mengalir dan mencapai seluruh bagian tubuh, maka diperlukan adanya tekanan darah minimum yang disebut juga critical closing pressureyield pressure. Tekanan minimal ini di perlukan untuk membuka rongga pembuluh darah kecil ( kapiler ) yaitu sebesar 20 mm air raksa. (Hg). Kecepatan aliran darah yang tercepat pada aorta ( pembuluh darah tempat keluarnya darah dari jantung ), makin jauh makin rendah kecepatannya. Jumlah total darah yang di pompa keluar jantung kira-kira 5,5 liter darah/menit.

A.  Pembagian Sistem Sirkulasi
Secara umum system sikulasi darah dalam tubuh manusia dapat dibagi menjadi 2 bagian :
1.      System sirkulasi umum (sistemik) : sirkulasi darah yang mengalir dari jantung kiri ke seluruh tubuh dan kembali ke jantung kanan.
2.      System sirkulasi paru-paru (pulmoner) : sirkulasi darah yang mengalir dari jantung kanan ke paru-paru lalu kembali ke jantung kiri.



Gambar : Sistem Sirkulasi Jantung

Ø Aliran Darah Dalam Sistem Sirkulasi di Tubuh Manusia
Pada orang dewasa jumlah volume darah yang mengalir di dalam system sirkulasi mencapai 5-6 liter (4,7-5,7 liter) darah terus berputar mengalir di dalam system sirkulasi sistematik dan paru-paru tanpa henti. Untuk menjelaskan alur aliran darah, kita dapat memulai dari system sirkulasi sitematik kemudian system sirkulasi pulmoner.
a.      System sirkulasi sistemik
System sirkulasi sistematik dimulai ketika darah bersih (darah yang mengandung banyak oksigen yang berasal dari paru) dipompa keluar oleh jantung melalui bilik (ventrikel) kiri. Ke pembuluh darah aorta lalu ke seluruh bagian tubuh melalui arteri-arteri hingga mencapai pembuluh darah yang diameternya paling kecil yang dinamakan kapilaria.
     Kapilaria melakukan gerakan kontraksi dan relaksasi secara bergantian yang disebut dengan vasomotion sehingga darah di dalamnya mengalir secara terputus-putus (intermiten). Vasomotion terjadi secara periodic dengan interval 15 detik – 3 menit sekali. Darah mengalir secar sangat lambat didalam kapilaria dengan kecepatan rata-rata 0,7 mm/detik. Dengan aliran yang lambat ini memungkinkan terjadinya pertukaran zat melalui dinding kapilaria. Pertukaran zat ini terjadi melalui proses divusi, pinositosis, dan transport vasikuler serta filttrasi reabsorbsi. Ujung kapilaria membawa darah bersih dinamakan arteriole sedangkan ujung kapilaria yang membawa darah kotor dinamakan venule, terdapat hubungan antara areteriole dan vertiole melalui ‘capilary bed’ yang berbentuk seperti anyaman, ada juga hubungan langsung (bypass) dari arteriole ke venule melalui ‘arteria-vena anastomose (A-V Anastomosis)’.  (lihat gambar 2 di bawah). Darah dari arteriole mengalir ke dalam venule kemudian melalui pembuluh darah balik (vena terbesar yang menuju jantung kanan yaitu vena cava inferior dan vena cava superior) kembali ke jantung kanan (serambi atau atrium kanan). Darah dari atrium kanan memasuki ventrikel kanan melalui katub trikuspidalis (katub berdaun 3).
Gambar : hubungan arteriole dan ventriole

Sirkulasi sistemik dapat dibagi menjadi lima :
a. Arteri
Dinding aorta dan arteri besar mengandung banyak jaringan elastis dan sebagian otot polos. Jaringan arteria ini terisi sekitar 15% dari volume total darah. Karena itu sistem arteria dianggap sebagai sirkuit yang rendah volumenya tetapi tinggi tekanannya. Karena sifat dan tekanan ini maka cabang-cabang arteri disebut sirkuit resistensi.
b. Arteriola
Dinding arteriola terdiri dari otot polos dengan sedikit serabut elastis yang sangat peka dan dapat berdilatasi atau berkontraksi untuk mengatur aliran darah ke jaringan kapiler. Arteriola menjadi tempat resistensi utama aliran darah dari seluruh percabangan arteria. Akibatnya tekanan pada kapiler akan turun mendadak dan aliran berubah dari berdenyut menjadi aliran tenang, sehingga memudahkan pertukaran nutrient pada tingkat kapiler. Pada persambungan antara arteriola dan kapiler terdapat sfingter prekapiler yang berada di bawah pengaturan fisiologis yang cukup rumit.
c. Kapiler
Dinding pembuluh kapiler sangat tipis, terdiri dari satu lapis sel endotel. Melalui membran yang tipis dan semipermeabel inilah nutrisi dan metabolit berdifusi dari daerah yang konsentrasinya tinggi ke konsentrasinya rendah.
d. Venula
Venula berfungsi sebagai saluran pengumpul dengan dinding otot yang relative lemah namun peka. Pada pertemuan antara kapiler dan venula terdapat sfingter postkapiler.
e. Vena
Vena adalah saluran yang berdinding relative tipis dan berfungsi menyalurkan darah dari jaringan kapiler melalui sistem vena, masuk ke atrium kanan. Pembuluh vena dapat menampung darah dalam jumlah banyak dengan tekanan relatif rendah. Karena sifat aliran vena yang bertekanan rendah-bervolume tinggi, maka sistem vena disebut sistem kapasitas.. kira-kira 65% dari volume darah terdapat dalam sistem vena.

a.      System sirkulasi paru (pulmoner)
System sirkulasi paru dimulai ketika darah kotor (darah yang tidak mengandung oksigen (O2) tetapi mengandung banyak CO2, yang berasal dari vena cava inferior dan cava superior) mengalir meninggalkan jantung kanan (ventrikel/bilik kanan) melalui arteri pulmonalis menuju paru-paru (paru kanan dan kiri). Kecepatan aliran darah didalam arteri pulmonalis sebesar 18 cm /detik, kecepatan in ilebih lambat dari aliran darah di dalam aorta. Di dalam paru kiri dan kanan, darah mengalir dari kapilaria paru-paru di mana terjadi pertukaran zat dan cairan melalui proses filtrasi dan reabsorbsi dan difusi. Di kapilaria paru-paru terjadi pertukaran gas O2 dan CO2 sehingga menghasilkan darah bersih (darah yang mengandung banyak oksigen). Darah bersih selanjutnya keluar dari paru melalui vena pulmonalis (vena pulmonalis kanan dan kiri) memasuki jantung kiri (atrium/serambi kiri). Kecepatan aliran darah di dalam kapilaria paru-paru sangat lambat, setelah mencapai vena pulmonalis, kecepatan aliran darah bertambah kembali. Seperti halnya Aorta, Arteri pulmonalis hingga kapilaria juga mengalami pulsasi (berdenyut).
Selanjutnya, darah mengalir dari atrium kiri melalui katup mitral (katup berdaun 2) memasuki ventrikel kiri lalu keluar jantung melalui aorta, maka di mulailah system sirkulasi sistemik (umum), dan seterusnya secara berkesinambungan.
Jadi secara ringkas aliran darah dalam system sirkulasi darah manusia sebagai berikut :
1.      System sirkulasi sistemik
jantung (bilik/ventrikel kiri) à aorta à arterià arteriole à kapillari bed atau A-V anastomose à venule à vena à vena cava (vena cava inferior dan vena cava superior) à jantung ( natrium/serambi kanan).
2.      System sirkulasi pulmoner
jantung (bilik/ventrikel kanan) à arteri pulmonalis à paru à kapilaria paru à vena pulmonalis à jantung (atrium/serambi kiri).




BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Darah yang mengandung sedikit oksigen (deoxsigenated) memasuki atrium kanan dari vena cava superior (pembuluh balik besar atas) dan vena cava inferior (pembuluh balik besar bawah). Atrium kanan kemudian mengirimkan darah melalui katup atrium ventricular kanan (katup tricuspid) ke ventrikel kanan. Darah dipompa ke arteri pulmonalis oleh ventrikel kanan melalui katup pulmonal. Arteri pulmonalis terbagi menjadi 2 yaitu pulmonalis kiri dan kanan. Darah yang menuju paru-paru akan diperkaya dengan oksigen yang berasal dari alveoli paru.
Darah yang kaya oksigen (oksigenator) dari paru-paru dikirimkan kembali jantung (atrium kiri) melalui vena pulmonalis. Selanjutnya darah dari atrium kiriakan dikirimkan ke ventrikel kiri melalui katup bicuspid. Ventrikel kiri bertugas memompa darah ke aorta melewati katup aorta. Darah tersebut akan menuju ke seluruh tubuh. Melalui system tertutup ini darah yang sedikit mengandung oksigen tidak pernah bercampur dengan darah yang kaya oksigen.
Jantung merupakan pompa ganda yang melayani paru-paru dan sirkulasi tubuh secara bersamaan. Ketika kiri melakukan tugas yang lebih berat untuk memompa darah ke seluruh tubuh sehingga dinding ventrikel kiri lebih tebal daripada dinding ventrikel kanan.

B.    DAFTAR PUSTAKA


Senin, 07 Mei 2012

TUGAS 10

Selamat malam pak..
ini dengan :
Nama : Sandra Mustika Ningtyas
NIM : KP. 11.00771
S1 KP B
berikut lampiran tugas 10 (Tugas 10)
terimakasih.............

Regards,
Sandra

Minggu, 29 April 2012

TUGAS 9

Assalamu'alaikum wr.wb
ini dengan :
Nama : Sandra Mustika Ningtyas
Kelas : S1 Kp B
NIM : KP.11.00771
Berikut lampiran tugas 9 (TUGAS 9)

Regads,
Sandra Mustika Ningtyas.

Kamis, 29 Maret 2012

Minggu, 18 Desember 2011

ANATOMI FISIOLOGI SISTEM RESPIRASI

ANATOMI FISIOLOGI SISTEM RESPIRASI
Oleh : Sandra Mustika Ningtyas

Fungsi        : untuk memperoleh oksigen agar dapat dipergunakan oleh sel  tubuh dan mengeluarkan CO2 yg dihasilkan oleh sel
è Sehingga yang dimaksud Anatomi Fisiologi Sistem Respirasi adalah cabang dari biologi yang berhubungan dengan struktur dan organisasi makhluk hidup berikut mempelajari tentang asal-usul dan kajian dari berbagai metode ilmiah tentang system pernafasan dalam tubuh manusia.
A.    STRUKTUR RESPIRASI
1.   Saluran nafas bagian atas
                              i.   Hidung
Hidung adalah bangunan berongga yang terbagi oleh sebuah sekat di tengah menjadi rongga hidung kiri dan kanan. Lubang hidung kanan dan kiri masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Menghembuskan napas dari masing-masing lubang pun memiliki khasiat penyembuhan yang berbeda. Setiap lubang hidung ketika beroperasi secara independen dapat mempengaruhi kimia tubuh dengan cara yang berbeda. Ketika kedua lubang hidung bekerja secara bersamaan, kimia tubuh juga mengalami perubahan.
Baik lubang hidung kanan dan kiri berhubungan dengan sisi berlawanan dari belahan otak dan lobus penciuman. Hidung berada dalam kontak langsung dengan hipotalamus melalui jalur dengan lobus pencium di otak. Hipotalamus adalah bagian dari sistem limbik, yang terkait dengan emosi dan motivasi.
Bernapas melalui lubang hidung kiri mempengaruhi aktivitas kortikal otak di sisi kanan, dan sebaliknya. Belahan otak kanan yang dipengaruhi oleh dominasi lubang hidung sebelah kiri, terkait dengan kemampuan emosional, visual, relaksasi dan kegiatan yang bersifat feminin.
Sedangkan belahan otak kiri, yang dirangsang oleh dominasi lubang hidung kanan, dihubungkan dengan kegiatan verbal, lebih energik dan rasional.
Fungsi masing-masing lubang hidung bisa dirasakan pada saat proses penyembuhan. Contoh masing-masing fungsi lubang hidung antara lain:
Bernapas dominan lubang hidung kanan
1. Meredakan sakit kepala
2. Dapat membantu menyembuhkan gangguan pencernaan kronis
Bernapas dominan lubang hidung kiri
1. Dapat meredakan stres
2. Mengatasi kesulitan tidur (insomnia). Caranya, berbaring di sisi kanan dan bernapas dengan lubang hidung kiri (menurup lubang hidung kanan) selama 25 sampai 30 menit.
Masing-masing rongga di bagian depan berhubungan kelau melalui nares (cuping hidung) anterior dan di belakang berhubungan dengan bagian atas faring(nasofaring). Masing-masing rongga hidung dibagi menjadi bagian vestibulum, yaitu bagian lebih lebar tepat di belakang nares anterior, dan bagian respirasi.
Permukaan luar hidung ditutupi oleh kulit yang memiliki cirri adanya kelenjar sebasea besar, yang meluas ke dalam vestibulum nasi tempat terdapat kelenjar sebasea, kelenjar keringat, dan folikel rambut dengan rambutnya yang kaku dan besar. Rambutnya kasar itu berfungsi menapis benda-benda kasar yang terdapat di dalam inspirasi. Bagian yang lebih dalam dari vestibulum adalah bagian respirasi.
Pada potongan frontal, rongga hidung berbentuk seperti buah alpukat, terbagi dua oleh sekat (septum mediana). Dari dinding lateral menonjol tiga lengkungan tulang yang dilapisis mukosa. Bangunan ini adalah konka nasalis superior, medius, dan inferior. Terutama pada konka nasalis inferior terdapat pleksus vena besar, berdinding tipis, dekat permukaan yang disebut jaringan kavernosus atau jaringan erektil. Melebarnya pleksus vena ini berakibat membengkaknya konka inverior ini, sehingga hidung tetutup yang menyukarkan bernafas dari hidung (pada orang yang alergi). Di atas konka nasalis superior serta sekat hidung di dekatnya terdapat daerah berwarna coklat-kekuningan. Daerah ini mengandung reseptor penghidu dan disebut daerah olfaktoria (mukosa olfaktoria).
Sinus paranasal adalah rongga berisi udara yang terdapat dalam tulang-tulang tengkorak dan berhubungan dengan rongga hidung. Macam-macam sinus yang ada adalah sinus maksilaris, sinus frontalis, sinus etmoidalis, dan sinus sfenoidalis.
  i.      Faring
                             Faring dapat dibagi menjadi nasofaring terletak di bawah dasar tengkorak, belakang dan atas palatum molle; orofairng, di belakang rongga mulut dan permukaan belakang lidah, dan alaringofaring di belakang faring. Tuba Eustachii bermuara pada nasofaring. Tuba ini berfungsi menyeimbangkan tekanan udara pada kedua sisi membrane timpani. Bila tidak sama, telinga terasa sakit. Misalnya naik pesawat terbang. Untuk membuka tuba ini, orang harus menelan.
Hubungan faring dengan proses respirasi. Faring yang sering disebut-sebut adalah bagian dari sistem pencernaan dan juga bagian dari sistem pernafasan. Hal ini merupakan jalan dari udara dan makanan. Udara masuk ke dalam rongga mulut atau hidung melalui faring dan masuk ke dalam laring. Nasofaring terletak di bagian posterior rongga hidung yang menghubungkannya melalui nares posterior. Udara masuk ke bagian faring ini turun melewati dasar dari faring dan selanjutnya memasuki laring.
Kontrol membukanya faring, dengan pengecualian dari esofagus dan membukanya tuba auditiva, semua pasase pembuka masuk ke dalam faring dapat ditutup secara volunter. Kontrol ini sangat penting dalam pernafasan dan waktu makan, selama membukanya saluran nafas maka jalannya pencernaan harus ditutup sewaktu makan dan menelan atau makanan akan masuk ke dalam laring dan rongga hidung posterior.
                           i.      Laring
Laring(kotak suara) bukan hanya jalan udara dari faring ke saluran nafas lainnya, namun juga menghasilkan sebagian besar suara yang dipakai berbicara dan bernyanyi. Fungsi laring, yaitu mengatur tingkat ketegangan dari pita suara yang selanjutnya mengatur suara. Laring juga menerima udara dari faring diteruskan ke dalam trakhea dan mencegah makanan dan air masuk ke dalam trakhea. Kedua fungsi ini sebagian besar dikontrol oleh muskulus instrinsik laring.Laring ditunjang oleh tulang-tulang rawan di antaranya yang terpenting adalah tulang rawan tiroid (Adam’s Apple), yang khas nyata pada pria, namun kurang jelas pada wanita. Di bawahnya terdapat tulang rawan krikoid, yan berhubungan dengan trakea. Epiglottis adalah sekeping tulang rawan elastic yang menutupi lubang ke laring sewaktu menelan, dan terbuka kembali sesudahnya. Mamalia menghasilkan suasa oleh getaran dari pita suara pada dasar laring. Pembentukan suara adalah proses rumit. Suara bas berat sampai 1700 Hz untuk soprano tinggi. Selain pada frekuensi getaran, tinggi rendah suara juga tergantung panjang dan tebalnya pita suara itu sendiri. Pita lebih panjang dan tebal pada pria sehingga menghasilkan suara lebih berat, sedangkan pada wanita pita suara lebih pendek. Hasil akhir suara masih ditentukan perubahan posisi bibir, lidah, dan palatum molle. Bentuk rongga hidung dan sinus menghasilkan suara khas seseorang. Intensitas, volume, atau “keras”-nya suara diatur oleh jumlah udara yang  melalui pita suara, dan ini pada gilirannya diatur oleh tekanan paru oleh otot abdomen.
1.   Saluran nafas bagian bawah
         i.      Trakea
Trakea adalah tabung terbuka berdiameter 2,5 cm dan panjang 10-12 cm. ia meluas
dari laring sampai puncak paru, tempat ia bercabang menjadi bronkus kiri dan
kanan. Tetapi terbukanya trakea disebabkan tunjangan sederetan tulang rawan
(16-20 buah) yang berbentuk tapal kuda, dengan bagian terbuka mengarah ke
posterior (esophagus). Trakea dilapisi epitel bertingkat dengan silia dan sel goblet.
Sel goblet menghasilkan mucus dan silia berfungsi menyapu partikel dan berhasil lolos dari saringan di hidung, ke arah faring untuk kemudian ditelan atau diludahkan atau dibatukkan. Potongan melintang trakea khas berbentuk huruf D.
 Fungsi Trakea adalah menyediakan tempat bagi udara yang di bawa masuk dan udara yang dikeluarkan.
Trakhea juga bersifat :
- Sangat fleksibel 
- Berotot 
ü Jalan Napas Trakea
Trakea bercabang menjadi dua Bronkus Utama; dindingnya mengandung segmen kartilago (tulang rawan) berbentuk U yan gmenghubungkan dengan otot polos. Saat memasuki paru, bronkus akan bercabang berulang kali menjadi bronkus lobaris, bronkus segmental (percabangan generasi 3 dan 4), dan bronkus kecil (percabangan generasi 5-11), yang terkecil memiliki diameter ~1 mm. semuanya memiliki lempeng kartilago irregular dan pita heliks otot polos. Bronkiolus (percabangan generasi 12-16) hanya sedikit sekali mengandung kartilago dan tetap terbuka karena jaringan paru disekitarnya. Bronkiolus terkecil (terminal) akan bercabang menjadi bronkiolus respiratorius (percabangan generasi 17-19), dan kemudian menjadi duktus dan sakus alveolaris (percabangan generasi 23), di mana dindingnya membentuk alveoli dan hanya mengandung sel-sel epitel. Pori kecil (pori alveolar, pori kohn) memungkinkan terjadinya tekanan yang sama besar antar-alveoli. Paru mengandung ~17 juta cabang dan ~300 juta alveoli, yang memberikan permukaan pertukaran seluas ~85 m2. Sirkulai bronchial memasok jalan napas turun hingga ke bronkiolus terminalis; bronkiolus respiratorius dan percabangannya mendapat nutrient dari sirkulasi pulmonalis.
ü Epitel dan bersihin jalan napas
Jalan napas dari trakea sampai bronkiolus respiratorius dilapisi oleh sel epitel kolumnar bersilia. Sel-sel goblet dan kelenjar submukosa menyekresi mucus seperti gel dengan tebal 10-15 µm yang mengapung pada fase sol yang lebih cair. Denyutan sinkron dari silia menggerakan mucus dan debris ke arah mulut (bersihan mukosiliaris). Faktor-faktor yang meningkatkan ketebalan atau visikositas (kekentalan) mucus (missal asma, fibrosis kistik) atau mengurangi aktivitas silia (misalnya merokok) dapat mengganggu bersihan mukolisiaris dan menyebabkan infeksi berulang. Mucus mengandung zat-zat yang melindung jalan napas dari pathogen (misalnya antitrypsin, lisozim, imunpglobulin A).
Sel-sel epitel yang membentuk dinding alveoli dan duktus alveolaris tidak bersilia, dan umumnya merupakan pneumosit alveolar tipe I (sel-sel alveolar; epitel skuamosa) yang sangat tipis. Sel-sel ini membentuk permukaan pertukaran gas dengan endotel kapiler (membrane alveolar-kapiler). Beberapa pneumosit tipe II menyekresi surfaktan yang mengurangi tegangan permukaan dan mencegah kolaps alveolar. Mikrofag (fagosit mobil) di jalan napas mengingesti benda asing dan megnhancurkan bakteri; di alveoli, makrofag ini menggantikan fungsi silia dengan membersihkan debris.
ü Otot pernapasan
Otot pernapasan utama adalah otot inspirasi, yang terpenting adalah diafragma; kontraksi diafragma akan mendatarkan kubah, mengurangi tekanan rongga toraks, sehingga menarik udara masuk ke paru-paru. Otot interkostalis eksterna membantu dengan cara menaikkan iga dan meningkatkan dimensi rongga toraks. Pernapasan yang tenang normalnya adalah pernapasan diafragma; otot inspirasi aksesorius (misalnya skalenus, sternomastoideus) membantu inspirasi jika terdapat tahanan jalan napas atau ventilasi yang tinggi. Ekspirasi dicapai dengan recoil pasif paru dan dinding dada namun, pada laju ventilasi yang tinggi, ekspirasi dibantu oleh kontraksi otot abdomen yang mempercepat recoil diafragma dengan meningkatkan tekanan abdomen (misalnya olahraga).
ü Volume dan tekanan paru
Volume tidal adalah volume udara yang keluar dan mausk paru saat pernapasan normal; volume tdak istirahat normal adalah ~500 mL, namun, seperti volume paru lainnya, volume ini bergantung pada usia, jenis kelamin, dan tinggi badan, kapasitas vital adalah volume tidal maksimum, yaitu ketika seseorang menarik napas sedalam-dalamnya dan menghembuskan napas sehabis-habisnya. Perbedaan volume antara ekspirasi istirahat dan ekspirasi maksimumm disebut volume cadangan ekspirasi; hal yang sama pada inspirasi disebut volume cadangan inspirasi. Volume paru setelah inspirasi maksimum adalah kapasitas paru total, sedangkan colume paru setelah ekspirasi maksimum adalah volume residu.
Kapasitas residu fungsional (fungtional residu capacity, FRC) adalah volume paru pada akhir pernapasan normal, ketika otot-otot respirasi berelaksasi. Besar FRC ditentukan oleh keseimbangan antara recoil elastic kea rah luar oleh dinding dada dan recoil elastic ke arah dalam oleh paru. Keduanya dikoupling oleh cairan di dalam rongga pleura dada yang kecil, sehingga terjadi tekanan itu, perforasi dada menyebabkan udara tersedot ke dalam rongga pleura, dan dinding dada akan mengembang, sementara paru kolaps (pneoumotoraks). Penyakit yang mempengaruhi recoil elastic paru akan mengubah FRC; fibrosis akan meningkatkan recoil sehingga mengurangi FRC, sedangkan emfisema, dimana terjadi kerusakan struktur paru, recoil berkurang dan FRC meningkat.
Selama inspirasi, perluasan rongga toraks membuat tekanan intrapleura menjadi lebih negative, menyebabkan paru dan alveoli mengembang dan mengurangi tekanan alveoli. Hal ini memunculkan gradient tekanan antara alveoli dengan mulut, dan menarik udara ke paru. Selama ekspirasi, tekanan intrapleura dan tekanan alveolar meningkat, walaupun, kecuali saat ekspirasi paksa (missal; batuk), tekanan intrapleura tetap negative pada keseluruhan siklus karena ekspirasi normalnya adalah pasif.
Ruang rugi (dead space) adalah volumr jalan napas yang tidak berperan dalam pertukaran gas. Ruang rugi anatomis mencakup saluran napas dan turun hingga ke bronkiolus terminalis; normalnya ~150 mL. ruang rugi alveolar adalah alveoli yan gtidak mampu mengadakan pertukaran gas; dalam kesehatan, hal ini tidaklah penting. Ruang rugi fisiologis adalah jumlah ruang rugi anatomis dan alveolar.
Otot-otot respirasi harus mampu mengatasi gaya tahan selama bernapas. Tahanan ini terutama adalah resistensi elastic dinding dada dan paru, resistensi terhadap aliran udara (resistensi jalan napas paru).
 i.      Paru
ü Percabangan bronkus
Trakea bercabang menjadi bronkus utama (primer) kiri dan kanan. Bronkus kanan bercabang lagi menjadi bronkus (sekunder) lobus atas dan baeah. Setiap bronkus lobaris bercabang lagi menjadi bronkus tersier (segmental). Setelah Sembilan atau dua  belas generasi percabangan, ukuran saluran telah mengecil sampai berdiameter 1mm. saluran ini disebut bronkiolus, yang turut menyusun lobules paru. Bronkiolus memasuki lobules pada bagian puncaknya, bercabang-cabang lagi membentuk empat sampai tujuh bronkiolus terminalis dan masing-masing bercabang lagi menjadi dua bronkiolus respiratorius. Bagian ini bercabang lagi lebih dari tiga kali menjadi duktus alveolaris, yang lebih lanjut masih dapat bercabang dua sebelum menjadi sakus alveolaris dan alveoli. Pertukaran gas berlangsung mulai dari bronkiolus respiratorius sampai alveoli (bagian respirasi system pernafasan).
Bronkus ekstra-pulmoner susunannya sama dengan trakea, hanya lebih kecil. Bronkus intra-pulmoner berbeda dari bronkus ekstra pulmoner, karena tampak bulat. Hal ini disebabkan tidak lagi terdapat tulang rawan berbentuk C, melainkan terdiri atas lempeng-lempeng tulang rawan hialin. Bronkiolus tidak lagi memiliki tulang rawan, namunu otot polosnya lebih banyak.
Alveolus adalah unit fungsional paru. Setiap paru mengandung lebih 350 juta alveoli, masing-masing dikelilingi banyak kapiler darah. Alveoli berkelompok mirip anggur dan menyediakan permukaan yang amat luas bagi pertukaran gas, yaitu 60-70 m2 lebih luas dari permukaan kulit. Setiap kali menarik nafas, anda Memaparkan daerah paru kira-kira seluas lapangan tenis terhadap udara segar.
Alveoli bentuknya polygonal atau heksagonal; masing-masing alveolus dilapisi oleh epitel gepeng yang sangat tipis. Ada dua jenis sel pelapis alveoli, yaitu tipe I (sel alveolar gepeng) dan tipe II (sel septa). Sel tipe II berbentuk kuboid dan menonjol ke dalam ruang alveoli. Sel tipe II ini mengkasilkan surfaktan, yang ikut menahan agar alveoli tidak kolaps. Pada awal alveolus terdapat pula makrofag alveolar (disebut juga sel debu), yang terdapat di dalam septum interalveolaris atau bebas di dalam ruang alveolus. Sel ini makan dan musnahkan mikroorganisme dan partikel asing lainnya.
Banyak septa interaveolaris memiliki satu atau lebih pori, yang menghubungkan alveoli bersebelahan. Fungsinya untuk memelihara keseimbangan tekanan antar alveoli, terutama dengan yang berasal dari bronkiolus lain, yang memungkinkan terjadinya kolateral bila slah satu bronkiolus tersumbat.